spacer.png, 0 kB

Berita

Pusat Informasi Bangunan (PIB) Dinas Permukiman dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah meluncurkan website. Peluncuran website ini dilakukan dalam rangka meningkatkan publikasi layanan informasi konstruksi kepada masyarakat luas, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah. 

 
Home arrow Bangunan & Arsitektur arrow Wisma Perdamaian
Wisma Perdamaian Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Monday, 20 November 2006

wisma Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah, atau lebih dikenal dengan sebutan Wisma Perdamaian, terletak di Jl. Imam Bonjol 209 Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Luas lahan kompleks ini + 15.000 m2 dan luas total bangunan + 6.500 m2. Pembaharuan/ renovasi Wisma Perdamaian dirancang oleh Ir. Bambang Supriyadi, MSA. dan PT. Sarana Budi sebagai konsultan perencananya.

wisma Wisma Perdamaian merupakan rumah dinas Gubernur Jawa Tengah yang terletak di kompleks Tugu Muda, Semarang. Dibangun dengan orientasi ke arah Tugu Muda (Tenggara). Bangunan ini terdiri dari tiga massa bangunan, yaitu bangunan induk yang difungsikan sebagai ruang kerja gubernur serta tempat penerimaan tamu-tamu resmi, bangunan rumah tinggal (rumah dinas), dan bangunan kantor tempat staff Wisma Perdamaian bekerja. Dalam perkembangannya kompleks gedung ini mengalami proses renovasi, yaitu dengan dibangunnya bangunan kantor pada sisi sebelah kanan bangunan utama, yang mengadopsi bentuk bangunan induk sebagai bangunan lama yang bergaya kolonial. Dalam hal ini terjadi proses imitasi (peniruan) sebagai salah satu langkah konservasi/pelestarian.

wisma Wisma Perdamaian ini merevitalisasi Eks Kompleks APDN, yaitu bangunan kuno yang merupakan aset Pemda Propinsi Jawa Tengah yang patut dilestarikan. Ide ini timbul mengingat Rumah Dinas Gubernur yang lama (Puri Gedeh) dirasa sudah tidak memenuhi syarat lagi karena :
Lokasi tidak strategis, dalam arti tidak mudah dijangkau oleh kendaraan umum, sehingga tidak akrab dengan masyarakat Jawa Tengah.
Besaran ruang sudah tidak mampu lagi menampung kegiatan Gubernur sebagai Kepala Wilayah maupun sebagai figur tokoh masyarakat, serta kegiatan Ibu Gubernur sebagai Ketua Dharma Wanita, Ketua PKK maupun sebagai pendamping Gubernur.
Arsitektur bangunan kurang melambangkan citra dan gambaran yang representatif.

wisma Bangunan asli terletak pada sisi barat kompleks ini. Adapun bangunan baru yang terletak di tengah merupakan Rumah Dinas/Rumah Tinggal Gubernur. Bangunan baru ini berusaha beradaptasi dengan bangunan lama (Eks APDN) dengan cara mengambil idiom-idiom dari bagunan lama, seperti pengulangan kolom, dan penggunaan kanopi beton dengan motif indische. Untuk mencerminkan nuansa Jawa, maka atap bangunan baru mengambil bentuk lokal dengan dimensi yang cukup besar, seperti ciri bangunan tradisional Jawa yaitu atap mendominasi bangunan. Posisi bangunan utama ini tegak lurus dengan posisi Tugu Muda yang merupakan pusat orientasi di kawasan ini.
Sedangkan bangunan di sisi timur dibuat untuk menyeimbangkan komposisi massa bangunan. Bangunan ini berfungsi sebagai ruang kerja staff/ajudan dan keamanan bagi Gubernur

Bangunan Wisma Perdamaian banyak menggunakan struktur kolom-kolom yang mengadopsi arsitektur kolonial sebagai manifestasi melestarikan arsitektur bangunan aslinya.

Pemilihan warna lebih di dominasi oleh warna putih, yang memberikan kesan ruang-ruang Wisma Perdamaian lebih bersifat formal dan elegan.

wisma Pada fungsi yang baru, gedung Eks APDN berfungsi sebagai Ruang Serba Guna, tempat gubernur menjamu tamu resmi yang berkunjung ke Propinsi Jawa Tengah, dan beberapa Ruang Tidur Tamu yang terletak di lantai II.

Pada interior bangunan asli yang sekarang menjadi fungsi aula kompleks Wisma Perdamaian lebih cenderung disusun oleh elemen-elemen kolom yang berdiri megah sebagi pengisi ruang interiornya.

Ruang-ruang interior Wisma Perdamaian menawarkan kesan elegan dan formal, yang tercermin dari penggunaan material gipsum pada plafon dan marmer sebagi lantainya. Pemasangan ubin dengan pola diagonal merupakan salah satu elemen dekoratif dalam ruangan yang tidak terkesan kaku.

Interior bangunan baru yang sekarang merupakan bangunan utama Wisma Perdamaian berusaha untuk memperlihatkan eksistensinya sebagai bangunan yang mempunyai lokasi di Jawa Tengah. Hal ini dituangkan dalam konsep ruang utama yang mempunyai empat saka guru sebagai pilar struktur utama, dan juga hiasan ornamen ukiran kayu sebagai bentuk citra budaya Jawa.

Ornamen-ornamen pelengkap ruang luar maupun ruang dalam banyak yang masih dipengaruhi oleh bentuk-bentuk perabotan kolonial. Seperti lampu gantung pada selasar menyerupai bentuk lampu dengan model yang berkembang pada masa kolonial.

Ornamen-ornamen pelengkap ruang luar maupun ruang dalam banyak yang masih dipengaruhi oleh bentuk-bentuk perabotan kolonial. Seperti lampu gantung pada selasar menyerupai bentuk lampu dengan model yang berkembang pada masa kolonial.

 
< Sebelumnya
spacer.png, 0 kB